Fisika "XI" Laporan Pengamatan

BABI
PENDAHULUAN
A. Tujuan Praktikum
Menyelidiki hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas.

B. Waktu dan Tempat
1. Waktu
Hari / tanggal : Rabu, 21 Oktober 2009
Jam : 10.45 – 11.45
2. Tempat : Laboratorium IPA SMAN 2 Selong

C. Landasan Teori
1. Hukum Hooke
Jika gaya terik tidak melampaui batas elastisitas pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya.
F = k∆x


BAB II
LANGKAH dan HASIL PRAKTIK
A. Cara Kerja pada Karet
1. Menyaipkan sebuah tiang yang memiliki lengan horizontal sebagai tempat menggantung karet dan pegas.
2. Menyiapkan karet yang sudah dibuatkan tempat menggantung beban.
3. Mengukur panjang awal karet.
4. Menggantung karet yang telah diukur panjang awalnya.
5. Menggantungkan beban pada karet dengan masa 10 g sampai 60 g secara berturut-turut kemudian mengukur kembali panjang karet dan mencatat hasil pengkuran pada masing-masing berat beban.
B. Cara Kerja Pegas
1. Menyaipkan sebuah tiang yang memiliki lengan horizontal sebagai tempat menggantung karet dan pegas.
2. Menggantungkan pegas pada batang yang telah disiapkan.
3. Mengukur panjang awal pegas.
4. Memberi beban pada pegas mulai dari 10 g sampai 50 g kemudian mengukur panjang pegas pada masing-masing beban.
5. Mencatat hasil pengukuran.

C. Hasil Pengamatan
1. Data pengamatan pada karet
No Masa (kg) Gaya (N) Pjg Awal (m) Pjg Akhir (m) ∆.l
1. 0,01 0,1 0,045 0,05 0,005
2. 0,02 0,2 0,045 0,053 0,008
3. 0,03 0,3 0,045 0,06 0,015
4. 0,04 0,4 0,045 0,065 0,020
5. 0,05 0,5 0,045 0,075 0,028
6. 0,06 0,6 0,045 0,085 0,04



2. Data pengamatan pada pegas
No Masa (kg) Gaya (kg) Pjg Awal (m) Pjg Akhir (m) ∆.l
1. 0,01 0,1 0,08 0,078 0,002
2. 0,02 0,2 0,08 0,076 0,004
3. 0,03 0,3 0,08 0,074 0,006
4. 0,04 0,4 0,08 0,072 0,008
5. 0,05 0,5 0,08 0,07 0,01



D. Analisis Data
1. Pada karet
F = k . ∆l
k = (k1 + k2 + k3 + k4 + k5 + k6) / 6
k1 = F1 / ∆l1 = 0,1 / 0,005 = 20
k2 = F2 / ∆l2 = 0,2 / 0,008 = 25
k3 = F3 / ∆l3 = 0,3 / 0,015 = 20
k4 = F4 / ∆l4 = 0,4 / 0,020 = 20
k5 = F5 / ∆l5 = 0,5 / 0,028 = 18
k6 = F6 / ∆l6 = 0,6 / 0,040 = 15
k = (20 + 25 + 20 + 20 + 18 + 15) / 6 = 19,67 N/m
2. Pada pegas
F = k . ∆l
k = (k1 + k2 + k3 + k4 + k5) / 5
k1 = F1 / ∆l1 = 0,1 / 0,002 = 50
k2 = F2 / ∆l2 = 0,2 / 0,004 = 50
k3 = F3 / ∆l3 = 0,3 / 0,006 = 50
k4 = F4 / ∆l4 = 0,4 / 0,008 = 50
k5 = F5 / ∆l5 = 0,5 / 0,010 = 50
k = (50 + 50 + 50 + 50 + 50) / 5 = 50 N/m
E. Pembahasan
Pengaruh gaya pada pegas dapat mempengaruhi pertambahan panjang. Semakin besar masa benda, semakin besar pula gaya yang diberikan.
Besarnya gaya yang diberikan semakin besar pula pertambahan panjang pada pegas tersebut. Dengan kata lain besarnya gaya sebanding dengan pertambahan panjang pada pegas.
• Pada karet perubahan panjangnya tidak teratur.
• Pada pegas panjangnya berubah secara beraturan.
• Konstanta pegas lebih besar dari pada konstanta karet.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
• Pertambahan pegas sebanding dengan gaya tariknya selama gaya tersebut tidak melampaui batas elastis pegas yang ditariknya.
• Konstanta pegas dapat diketahui dengan cara membagi gaya tarik dengan pertambahan panjang yang dialami oleh pegas tersebut.
• Perubahan panjang yang dialami pegas lebih stabil dari pada perubahan panjang yang dialami oleh karet walaupun gaya yang diberikan sama

0 komentar:

Poskan Komentar